GOOGLE ADS

Rabu, 10 Juli 2024

 Berkat

 Secara umum orang mengartikan berkat itu adalah sebuah keberuntungan secara materi atau kesehatan. Ketika seseorang dapat keuntungan besar dari sebuah bisnis akan dikaitkan dengan kata "mendapat berkat", pun ketika sesorang sembuh dari sebuah penyakit akan dikaitkan dengan ucapan "mendapat berkat". Ketika seorang pelajar lulus dari sebuah jenjang pendidikan juga akan dikaitkan dengan kata berkat.

Jauh dari pemahaman umum tersebut, bahwa berkat itu adalah ketika kita menjadi dekat dengan "Pemberi Berkat" itu sendiri. Siapakah pemberi berkat itu? Dialah Tuhan yang empunya seluruh jagat raya ini. Ketika kita sudah memhami esensi dari berkat itu sendiri, masihkan dengan gamblang kita sebut seseorang yang sedang mendapat untung besar adalah seseorang yang dapat berkat? Tunggu dulu.

Ketika seseorang mendapatkan untung besar, apakah dia sedang dapat berkat? Jawabannya belum tentu. Harus kita uji dengan "semakin dekatkah dia dengan pemberi berkat" ketika mendapatkan untung yang besar? Jika dia semakin menjauh dari pemberi berkat bahkan menjadi sombong, maka dia sedang tidak mendapatkan berkat, karena dari sesuatu yang dia dapatkan dia menjadi jauh dari Tuhan Sang Pemberi Berkat itu.

Sebalinya ketika seseorang sedang dirundung sebuah masalah atau duka, apakah dia sedang terkutuk? Jawabannya belum tentu, karena ketika dia sedang dirundung masalah atau duka malah mendekatkan diri dengan pemberi berkat (Tuhan) maka dia sedang terberkati.

Lalu apakah tidak baik mendapat keuntungan atau keberuntungan? Jawabannya tergantung. Semakin dekat seseorang kepada Tuhan yang disebabkan sesuatu yang datang ke dirinya, maka dia sedang mendapat berkat.


 

Jangan lah bermegah diri dengan sebuah pencapaian yang menguntungkan, sebaliknya jangan mengutuki diri oleh sebuah musibah atau ketidak beruntungan yang menimpa kita. Keuntungan atau musibah diijinkan Tuhan menghampiri seseorang, dengan maksud agar semua orang selalu mendekatkan diri kepadanNYA.

Ingat apa yang dialami Ayub? Tiga dimensi penderitaan dialaminya, mulai dari kesehatannya, keturunanya dan harta bendanya, semua ludes. Tapi hal itu tidak mampu menyurutkan iman percaya dia kepada kuasa Tuhan. Bahwa semua yang ada pada dirinya adalah milik Tuhan, kapan pun Tuhan mau ambil mutlak hakNYA.

Diberkati lah kita semua dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Pemberi Berkat.

Tangerang, 9 Juli 2024.

 

St. D. Sianturi.

Kamis, 09 Maret 2023

 https://www.youtube.com/results?search_query=alani+bondil+corona


https://www.youtube.com/watch?v=w_8KRHJ3aeg